Porto vs Sporting CP berakhir imbang 1-1, drama penalti menambah ketegangan di Estádio do Dragão
Chevelle Haniya Ariqoh
February 10, 2026
Porto vs Sporting CP berakhir imbang 1-1, drama penalti menambah ketegangan di Estádio do Dragão
Gudang Tekno – 10 Februari 2026 | Di tengah sorotan liga utama Portugal, FC Porto menurunkan strategi ofensif di Estádio do Dragão ketika menjemput Sporting CP pada Minggu (9/2/2026). Kedua tim yang bersaing ketat untuk memimpin klasemen menampilkan permainan yang intens sejak peluit pembuka, menandai pertandingan klasik yang selalu menimbulkan kegembiraan.
Seko Fofana membuka keunggulan bagi tuan rumah lewat serangan cepat di menit awal babak pertama. Gol tersebut memaksa Sporting CP mengandalkan pertahanan rapat serta aksi sigap kiper Rui Silva yang berhasil menahan beberapa tembakan berbahaya dari Pepe dan rekan-rekannya.
Namun, kontrol penguasaan bola tampak berpihak pada Sporting, yang mencatat persentase kepemilikan mendekati 68 persen. Meskipun mendominasi, mereka belum berhasil memanfaatkan peluang menjadi gol, sementara Porto terus menekan lewat serangan berulang yang melibatkan Alan Varela dan Gabri Veiga.
Menjelang akhir babak pertama, tensi memuncak ketika Luis Suárez, yang sempat terlibat dalam kontroversi handball, mengeksekusi penalti. Di bawah tekanan, Diogo Costa menebak arah tendangan, namun bola memantul kembali ke kaki Suárez yang dengan cepat menegakkan gol penyama kedudukan.
Gol penalti itu menambah drama, sekaligus memicu serangkaian kartu kuning. Maximiliano Araujo, Deniz Gul, dan Suárez sendiri menerima peringatan karena aksi keras dan protes di lapangan. Suasana semakin panas ketika pemain Sporting, Morten Hjulmand, menendang bola keras setelah peluit, namun Alan Varela melakukan tekel menyelamatkan Porto dari kebobolan.
Babak kedua dimulai dengan perubahan taktis dari kedua tim. Porto menurunkan Seko Fofana, Thiago Silva, dan Rodrigo Mora untuk menambah energi, sementara Sporting memperkenalkan Hidemasa Morita dan Luis Guilherme. Perubahan ini memberi warna baru pada pertandingan yang semakin menegangkan.
Di menit 63, Fofana kembali menyalurkan bola ke area penalti, namun tembakan pertama kiper Sporting, Diogo Costa, berhasil menggagalkan upaya tersebut. Bola yang memantul kembali dimanfaatkan Suárez, namun kali ini tidak mampu menembus gawang.
Kondisi fisik pemain menjadi sorotan ketika Rui Silva harus keluar untuk perawatan otot, memaksa Sporting mengandalkan cadangan. Sementara itu, Porto berusaha memanfaatkan keunggulan numerik dengan menekan melalui sisi kiri, memanfaatkan kecepatan Pepe yang terus mengancam pertahanan lawan.
Menit-menit akhir menyaksikan serangkaian serangan balasan. Sporting menekan dengan serangan cepat lewat Trincão dan Pedro Gonçalves, namun Porto menahan dengan disiplin, menutup ruang lewat barisan pertahanan yang dipimpin Jan Bednarek.
Setelah delapan menit tambahan, peluang terakhir terbuka bagi Sporting ketika Morten Hjulmand menembak keras, tetapi Alan Varela melakukan tekel krusial yang mengamankan poin bagi Porto. Whistle akhir menandai hasil imbang 1-1, menambah ketegangan di papan klasemen.
Pertandingan ini tidak hanya menambah poin bagi kedua tim, tetapi juga menegaskan betapa ketat persaingan Liga Portugal musim ini. Porto tetap memimpin dengan selisih empat poin, sementara Sporting tetap berada di posisi kedua, menanti kesempatan selanjutnya untuk menyusul.
Di luar lapangan, sorotan media mengangkat pentingnya penggunaan VPN bagi penonton internasional yang ingin menyaksikan langsung pertandingan ini, mengingat pembatasan geografis siaran. Panduan streaming dari GOAL dan Khel Now menjadi referensi utama bagi fans yang berada di luar Portugal.