Petrosea Q1 2026: Laba Bersih Naik 50,54% dan Pendapatan Melonjak 84%
Gudang Tekno
April 28, 2026
Petrosea Q1 2026: Laba Bersih Naik 50,54% dan Pendapatan Melonjak 84%
Gudang Tekno – 28 April 2026 | PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan hasil keuangan kuartal pertama 2026 yang menunjukkan lonjakan signifikan. Laba bersih tercatat US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar, naik 50,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan total mencapai US$284,13 juta, meningkat 84,23% secara tahunan, menandakan momentum positif bagi grup kontraktor tambang milik Prajogo Pangestu.
Detail Pendapatan dan Kontribusi Segmen
Pendapatan utama PTRO berasal dari tiga pilar bisnis: penambangan, konstruksi & rekayasa, serta layanan jasa. Berikut rincian kontribusi dalam jutaan dolar:
- Penambangan: US$140,56 juta
- Konstruksi & Rekayasa: US$106,43 juta
- Jasa EPCI minyak & gas lepas pantai: US$13,59 juta
- Penjualan batu bara: US$13,84 juta
- Layanan Jasa Lainnya: US$9,19 juta
- Lain-lain: US$0,50 juta
Pelanggan terbesar tetap BP Berau Ltd. (US$70,29 juta), diikuti PT Freeport Indonesia (US$53,60 juta) dan PT Kideco Jaya Agung (US$50,86 juta). Diversifikasi ini membantu menstabilkan aliran kas di tengah fluktuasi harga komoditas.
Biaya Operasional dan Laba Kotor
Beban usaha langsung naik menjadi US$247,44 juta, hampir 79,15% lebih tinggi daripada kuartal yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan biaya material, tenaga kerja, dan transportasi seiring ekspansi proyek tambang baru. Meskipun beban naik, laba kotor melesat menjadi US$36,69 juta, mencatat pertumbuhan 127,94%.
Pembebanan biaya penjualan & administrasi mencapai US$12,21 juta, sementara beban bunga naik menjadi US$17,31 juta. Pendapatan bunga menurun menjadi US$502 ribu. Beban pajak final tercatat US$2,14 juta, naik dari US$1,28 juta pada periode sebelumnya. Faktor-faktor ini menekan margin bersih, namun laba bersih tetap menguat.
Dari sisi neraca, total aset PTRO mencapai US$1,60 miliar pada akhir Maret 2026, naik dari US$1,58 miliar pada Desember 2025. Liabilitas tercatat US$1,29 miliar, sedikit lebih tinggi dari US$1,27 miliar sebelumnya. Ekuitas sedikit turun menjadi US$306,55 juta, menandakan distribusi laba dan penyesuaian nilai wajar aset tetap.
Para analis menilai bahwa pertumbuhan pendapatan yang agresif menunjukkan kemampuan PTRO dalam mengamankan kontrak strategis di sektor tambang dan infrastruktur. Meskipun biaya operasional meningkat, manajemen berhasil menjaga profitabilitas melalui efisiensi proyek dan penyesuaian tarif kontrak.
Investor memperhatikan bahwa peningkatan laba bersih 50,54% memperkuat prospek dividen dan potensi pembelian kembali saham di masa mendatang. Keputusan CDIA yang menyuntikkan USD15,5 juta untuk memperoleh 49% saham PTRO menambah kepercayaan pasar terhadap kelangsungan pertumbuhan perusahaan.
Secara keseluruhan, Petrosea Q1 2026 mencerminkan kinerja solid di tengah dinamika industri energi dan pertambangan. Ke depan, perusahaan diperkirakan akan terus menargetkan kontrak baru, khususnya di bidang EPCI lepas pantai, sambil mengoptimalkan struktur biaya untuk mempertahankan margin yang kompetitif.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio