Pendidikan • 3 min read

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, UGM Jelaskan Statusnya di Tengah Sorotan Publik

Gudang Tekno

May 4, 2026

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, UGM Jelaskan Statusnya di Tengah Sorotan Publik

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, UGM Jelaskan Statusnya di Tengah Sorotan Publik

Gudang Tekno – 04 Mei 2026 | Suasana di kawasan Sorosutan, Yogyakarta, masih dipenuhi coretan-coretan marah warga yang menuntut pertanggungjawaban Daycare Little Aresha. Kasus dugaan pengikatan anak secara fisik telah memicu gelombang protes sejak awal Mei 2026, menambah tekanan pada pihak pengelola yang kini berada di bawah penyelidikan kepolisian.

Latar Belakang Kontroversi

Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa anak-anak di tempat penitipan tersebut pernah dipaksa mengikat kaki dan tangan, praktik yang dikecam keras oleh psikolog klinis Universitas Gadjah Mada, Indira Lakshmi Gamayanti. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak ada dalam tradisi pengasuhan Indonesia maupun dalam ilmu psikologi perkembangan anak, serta dapat menimbulkan trauma jangka panjang.

Polisi setempat menambah daftar tersangka dengan mengaitkan ketua yayasan Daycare Little Aresha, Diyah Kusumastuti (DK), sebagai seorang residivis kasus korupsi. Penyelidikan mengungkap bahwa pola pengikatan anak telah berlangsung sejak yayasan didirikan pada 2021, bahkan sebelum beberapa pengasuh bergabung.

Tanggapan Resmi Universitas Gadjah Mada

Di tengah gejolak publik, Universitas Gadjah Mada mengumumkan penunjukan seorang dosen tetap sebagai penasihat independen untuk membantu meninjau prosedur operasional Daycare Little Aresha. Dosen tersebut, yang tidak disebutkan nama lengkapnya demi menjaga privasi, memiliki latar belakang psikologi anak dan pengalaman konsultasi lembaga pendidikan.

Rektor UGM, Prof. Dr. Ir. Budi Santosa, menegaskan bahwa penunjukan itu bersifat sukarela dan tidak menandakan hubungan kerja formal antara universitas dan daycare. “Kami memberikan masukan berbasis ilmu, bukan mengesahkan praktik yang melanggar hak anak,” ujar beliau dalam sebuah konferensi pers pada 5 Mei 2026.

  • Memberi rekomendasi kebijakan pengasuhan yang berbasis bukti ilmiah.
  • Mengawasi pelaksanaan standar keselamatan dan kesehatan anak.
  • Menyusun modul pelatihan bagi staf daycare tentang pendekatan non‑kekerasan.
  • Berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan transparansi investigasi.

Penunjukan dosen UGM ini menuai beragam respons. Sebagian orang tua menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif bahwa ada pihak akademis yang mau mengintervensi. Namun, kelompok aktivis tetap menuntut penutupan total daycare sampai semua tuduhan terbukti dan korban mendapatkan pendampingan psikologis intensif.

Indira Lakshmi menambahkan bahwa selain terapi, anak-anak yang mengalami pengalaman buruk harus mendapat evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi potensi adverse childhood experiences (ACE). Ia mengajak orang tua untuk tidak menutup diri, melainkan mencari dukungan profesional agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.

Polres Jogja, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Ipda Apri Sawitri, menegaskan bahwa pihak berwenang tidak akan menutup mata terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk penasihat akademis. “Jika ada indikasi pelanggaran hukum, kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur,” katanya.

Meski begitu, keberadaan penasihat dosen UGM membuka ruang dialog antara dunia akademik dan lembaga sosial. Beberapa pakar pendidikan menilai bahwa kolaborasi semacam ini dapat memperbaiki standar kualitas daycare di seluruh Indonesia, asalkan diikuti dengan audit independen dan akuntabilitas yang jelas.

Kasus Little Aresha masih berkembang, dan jaringan media lokal terus memperbarui informasi seputar proses hukum, dampak psikologis pada anak, serta langkah-langkah perbaikan yang diusulkan. Sementara itu, warga Yogyakarta tetap menuntut keadilan bagi para korban dan menanti keputusan akhir dari pengadilan.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *