Ekonomi & Keuangan • 3 min read

IHSG Naik 0,66% ke 7.103,9; Hartadinata Abadi Masuk Indeks LQ45, DEWA, UNVR, HRTA Pimpin Top Gainers

Gudang Tekno

May 6, 2026

IHSG Naik 0,66% ke 7.103,9; Hartadinata Abadi Masuk Indeks LQ45, DEWA, UNVR, HRTA Pimpin Top Gainers

IHSG Naik 0,66% ke 7.103,9; Hartadinata Abadi Masuk Indeks LQ45, DEWA, UNVR, HRTA Pimpin Top Gainers

Gudang Tekno – 06 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir sesi Rabu pagi dengan kenaikan 0,66 persen, mengukir level 7.103,9. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif di pasar regional Asia serta aksi beli kuat pada saham-saham unggulan.

Pergerakan Indeks LQ45 dan Penyusunan Komposisi Baru

Indeks LQ45, yang melacak 45 saham berkapitalisasi tinggi dan likuiditas kuat, naik 0,51 persen ke 685,06 poin. Di antara komponennya, tiga emiten menonjol sebagai top gainers: PT Duta Energi (DEWA) melaju naik lebih dari 20 persen, Unilever Indonesia (UNVR) menambah nilai sekitar 18 persen, dan PT Hartati (HRTA) mencatat lonjakan hampir 17 persen.

Perubahan penting lainnya adalah penambahan PT Hartadinata Abadi ke dalam Indeks LQ45. Keputusan ini mencerminkan pertumbuhan konsisten perusahaan dalam sektor konstruksi dan infrastruktur, serta volume perdagangan yang memenuhi kriteria likuiditas BEI. Dengan masuknya Hartadinata Abadi, komposisi LQ45 kini lebih mencerminkan dinamika sektor riil Indonesia.

Faktor Pendukung Pasar Nasional dan Global

Penguatan IHSG tidak lepas dari pergerakan positif bursa saham utama di Asia. Indeks Nikkei Jepang, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times semuanya mencatat kenaikan di atas satu persen, menambah optimism investor domestik. Di sisi lain, pasar Amerika Serikat menunjukkan tren menguat, dengan S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones semua berakhir di zona hijau.

Data ekonomi global turut menambah konteks. Harga minyak dunia turun setelah ketegangan di Selat Hormuz mereda, menurunkan tekanan inflasi energi. Sementara itu, data ISM Services AS menurun tipis, menandakan melambatnya permintaan jasa. Data JOLTS menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran, memberi sinyal bahwa kebijakan moneter di AS masih berada pada fase restriktif.

Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen year‑on‑year, sementara inflasi konsumen berada di level 2,42 persen. Bank Indonesia melanjutkan strategi intervensi valas dan penjualan surat berharga negara untuk menstabilkan rupiah. Analis dari Pilarmas Investindo menilai bahwa dukungan kebijakan moneter dan aliran modal asing dapat membantu mempertahankan range support‑resistance IHSG di antara 6.950‑7.160.

Volume transaksi pada sesi tersebut mencapai Rp1,369 triliun, dengan lebih dari 292 saham menguat, 169 melemah, dan sisanya stabil. Kapitalisasi pasar bursa tercatat Rp12,716 triliun, menegaskan likuiditas yang cukup kuat untuk menyerap aliran dana masuk.

Berita penambahan Hartadinata Abadi ke Indeks LQ45 mendapat sambutan positif dari pelaku pasar. Saham perusahaan tersebut langsung mencatat kenaikan lebih dari 10 persen pada awal perdagangan, menambah tekanan beli pada saham-saham konstruksi lainnya.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG dan Indeks LQ45 pada hari Rabu mencerminkan kombinasi antara faktor fundamental domestik yang stabil, dukungan kebijakan moneter, serta dinamika pasar global yang mengarah pada aliran modal ke ekuitas Asia. Investor tampak mempercayakan prospek pertumbuhan jangka menengah Indonesia, terutama pada sektor‑sektor yang terwakili dalam Indeks LQ45.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *