IHSG Anjlok Hampir 30 Persen Sepanjang 2026, Apa yang Membuat Pasar Modal Masih Tertekan?
Gudang Tekno
June 2, 2026
IHSG Anjlok Hampir 30 Persen Sepanjang 2026, Apa yang Membuat Pasar Modal Masih Tertekan?
Gudang Tekno – 02 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan volatilitas yang tinggi sejauh ini. PT Zurich Topas Life (Zurich Life) mengungkapkan, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan kinerja unitlink berbasis saham.
Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui mengatakan bahwa dalam jangka pendek, nilai unit bisa naik turun mengikuti pasar. Namun, unitlink berbasis saham pada dasarnya dirancang sebagai instrumen jangka panjang, sehingga faktor seperti fundamental perusahaan, horizon investasi, dan kondisi makro ekonomi menjadi penentu utama kinerja dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Volatilitas Pasar Modal
Zurich Life menerapkan prinsip pengelolaan investasi yang hati-hati dan disiplin, antara lain melalui diversifikasi ke berbagai sektor dan instrumen, pemilihan saham dengan fundamental yang kuat, dan penyesuaian komposisi portofolio sesuai kondisi pasar.
Dengan pendekatan itu, Zurich Life berupaya agar kinerja unitlink saham tetap dikelola secara optimal, meskipun pasar bergerak fluktuatif. Di tengah dinamika pasar modal yang masih tinggi, Santy memandang peluang pertumbuhan return unitlink berbasis saham hingga akhir tahun tetap terbuka.
Pasar Modal Masih Tertekan
IHSG diketahui masih melanjutkan tren penurunan. Sepanjang 2026 atau secara year to date (ytd), IHSG anjlok hampir 30 persen dari posisi awal tahun yang berada di level 8.748. Penurunan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian pada pekan ini, yakni sebesar 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini juga mengalami penurunan sebesar 15,60 persen menjadi 30,95 miliar lembar saham dari 36,67 miliar lembar saham pada pekan lalu. Namun, peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian pekan ini, yakni sebesar 30,37 persen menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun pada pekan sebelumnya.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio