KPK Telusuri Aset Keluarga Bupati Fadia Arafiq, Siapkan Tersangka Baru
Gudang Tekno
June 3, 2026
KPK Telusuri Aset Keluarga Bupati Fadia Arafiq, Siapkan Tersangka Baru
Gudang Tekno – 03 Juni 2026 | Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq semakin dalam, penahanan diperpanjang KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menelusuri aset-aset milik keluarga Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Bahkan sudah ada pemblokiran rekening milik keluarga Fadia oleh KPK. Menurut Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, pihaknya melakukan beberapa penelusuran-penelusuran baik itu aset bergerak tidak bergerak, rekening, bahkan sudah melakukan pemblokiran-pemblokiran terhadap aset-aset yang dimiliki oleh tersangka dan keluarganya.
Penelusuran Aset Keluarga
Taufik memberi sinyal jika ada pengembangan pengusutan perkara ke pihak lain, akan ada tersangka baru. Suami Fadia sendiri, Ashraff, pernah diperiksa KPK dalam kasus ini.
Apabila memang kemudian dari tadi pemblokiran, penelusuran aset-aset itu yang kemudian ditemukan ada kaitannya dengan proses pemerintahan yang sedang berjalan yang dilakukan oleh tersangka ya itu pasti akan ada pengembangan untuk tersangka berikutnya, ujarnya.
Kasus Korupsi
Suami dan anak Fadia sendiri menerima aliran uang dalam kasus ini. KPK menyebut hal itu akan dipertimbangkan untuk dimintakan pertanggung jawabannya.
Suami tersangka segala macam itu pastinya akan nanti dipertimbangkan akan diukur seberapa kuat peran-peran yang dilakukan untuk kemudian bisa dikembangkan dan dimintakan pertanggungjawaban pidananya, tuturnya.
Dalam kasus ini, KPK menduga Fadia memerintahkan perangkat daerah untuk memenangkan perusahaannya dalam pengadaan tender jasa outsourcing.
Perusahaan keluarga Fadia diduga mendapat Rp 46 miliar sejak 2023 hingga 2026 yang kemudian dibagi-bagikan.
Berikut ini rinciannya: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebesar Rp 5,5 miliar; Suami Fadia, Ashraff, sebesar Rp 1,1 miliar; Direktur PT RNB Rul Bayatun sebesar Rp 2,3 miliar; Anak Fadia, Sabiq sebesar Rp 4,6 miliar; Anak Fadia, Mehnaz Na sebesar Rp 2,5 miliar; Serta dilakukan penarikan tunai sebesar Rp 3 miliar.
Kini Fadia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK. Dia dijerat Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
KPK telah menyita mobil dari sejumlah pihak di rumah dinas Fadia Arafiq hingga Cibubur. Perinciannya adalah Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, dan Toyota Vellfire.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio