LO CAPITÓL
Login Contact

KSAL Beri Penghargaan Kepada Marinir yang Rebut 56 Markas KKB di Papua

•
👁 3.4K Views 💬 Comments
KSAL Beri Penghargaan Kepada Marinir yang Rebut 56 Markas KKB di Papua
Share on Facebook Share on X WhatsApp Pinterest

Gudang Tekno – 12 Juli 2026 | Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi memberikan penghargaan kepada prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) Mobile Yonif 10 Marinir atas capaian mereka selama menjalankan Operasi Badai Kasuari di Papua.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pangkormar dalam upacara di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan prajurit dalam melaksanakan tugas operasi sekaligus menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Selama bertugas di Papua, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir melaksanakan sejumlah operasi terhadap kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Korps Marinir berhasil melumpuhkan sejumlah personel dan tokoh TPNPB-OPM, mendorong beberapa anggota kelompok bersenjata kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Mereka juga merebut empat markas utama, menghancurkan 15 markas sektor, mengamankan 56 rumah kaki seribu, serta menyita berbagai barang bukti berupa senjata api, amunisi, alat komunikasi, atribut TPNPB-OPM, dan dokumen organisasi.

Atas capaian tersebut, Pangkormar memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), kesempatan mengikuti pendidikan, serta penugasan ke luar negeri bagi prajurit yang dinilai berprestasi. Selain itu, Pangkormar juga menyerahkan Piagam Penghargaan Nomor 70/VII/2026 sebagai bentuk apresiasi resmi terhadap keberhasilan personel Satgas dalam Operasi Badai Kasuari.

Menurut Rana, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap dedikasi, disiplin, dan profesionalisme prajurit yang bertugas di daerah dengan tingkat risiko tinggi. Operasi pengamanan perbatasan di Papua tidak hanya menuntut kemampuan tempur, tetapi juga kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi kondisi geografis yang berat, medan pegunungan, serta tantangan logistik di wilayah terpencil.

TAGS:
PREVIOUS POST
Electric Ferry Trial Connects Between Java-Bali Islands
NEXT POST
Yogyakarta Prepares for Gamelan Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *