6 Fakta Mengejutkan tentang Cole Tomas Allen, Penembak di Acara Makan Malam Trump
Gudang Tekno
May 2, 2026
6 Fakta Mengejutkan tentang Cole Tomas Allen, Penembak di Acara Makan Malam Trump
Gudang Tekno – 02 Mei 2026 | Pada Sabtu malam 25 April 2026, sebuah insiden menembak menggemparkan White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton. Pelaku, seorang pria berusia 31 tahun bernama Cole Tomas Allen, berhasil menembus beberapa lapisan keamanan sebelum diarahkan tembakan balasan oleh agen Secret Service. Sejak video CCTV dirilis, publik menanti rangkaian fakta lengkap tentang sosok di balik serangan.
Fakta 1: Identitas dan latar belakang pribadi
Cole Tomas Allen berasal dari California, tumbuh di lingkungan suburban dengan sedikit catatan kriminal sebelum 2024. Rekam jejaknya menunjukkan ketertarikan pada kelompok ekstrem kanan dan partisipasi dalam forum daring yang menyuarakan anti‑pemerintahan. Ia belum pernah terlibat dalam tindakan kekerasan bersenjata sebelumnya, menjadikan penembakan ini sebagai aksi pertamanya yang terorganisir.
Fakta 2: Motif dan target utama
Dalam pesan yang ditemukan di ponselnya, Allen menyebut dirinya sebagai “Friendly Federal Assassin” dan mengekspresikan kekecewaan terhadap kebijakan ekonomi dan imigrasi yang diusung pemerintahan Trump. Meskipun tidak menyebut nama secara eksplisit, konteks pesan mengarah pada upaya membunuh Presiden Donald Trump, yang memang menjadi target utama saat menembus pos pemeriksaan.
Fakta ketiga mengungkap bahwa Allen melakukan survei lokasi selama 24 jam sebelum serangan. Rekaman keamanan menunjukkan ia berkeliling koridor hotel, melewati pusat kebugaran, dan mengulang‑ulang jalur menuju ballroom. Langkah ini memberi ia gambaran detail tentang penempatan petugas keamanan dan jarak tempuh dari pintu masuk ke panggung utama.
Keempat, senjata yang dibawa Allen ternyata merupakan senapan laras panjang tipe AR‑15 yang dibeli secara legal di sebuah toko senjata di San Diego pada awal tahun 2026. Bukti pembelian meliputi kwitansi elektronik dan catatan transfer pembayaran melalui layanan pembayaran digital, yang kemudian dilacak oleh penyelidikan FBI.
Kelimanya, selain senapan, Allen juga menyertakan pisau taktis berukuran 15 cm yang disimpan dalam tas ransel. Pisau tersebut tidak sempat digunakan, namun keberadaannya menjadi bukti tambahan bahwa ia mempersiapkan serangan bersifat multi‑senjata.
Keenam, setelah menembak seorang agen Secret Service, Allen langsung dikelilingi oleh tim keamanan. Video lambat yang dirilis Departemen Kehakiman menyorot tiga tembakan balasan yang diarahkan ke arah senjata Allen, meski tidak ada peluru yang mengenai tubuhnya. Ia kemudian ditangkap tanpa luka tembak, namun mengalami trauma psikologis yang tercatat dalam laporan medis awal.
Kasus ini kini menjadi sorotan utama di pengadilan Distrik Columbia, dengan jaksa federal menuntut hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah atas percobaan pembunuhan presiden serta pelanggaran undang‑undang senjata api. Proses persidangan diperkirakan akan berlangsung beberapa bulan ke depan, sementara publik menanti rincian lebih lanjut tentang jaringan potensial yang mendukung Allen.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio