Posisi Teacher Islamic Curriculum Specialist menuntut seorang pendidik yang tidak hanya menguasai materi agama Islam, namun juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan pendidikan anak usia dini. Peran utama meliputi penyusunan dan pelaksanaan kurikulum Islami yang sesuai dengan standar pendidikan, serta memastikan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara interaktif, menumbuhkan kecintaan pada Al‑Qur’an, dan mengembangkan kompetensi sosial‑emosional siswa.
Deskripsi Pekerjaan
- Mengajar materi agama Islam dengan metode tartil, serta memfasilitasi siswa dalam membaca Al‑Qur’an secara benar.
- Menyusun rencana pelajaran yang terintegrasi dengan pendekatan pendidikan anak usia dini.
- Berkoordinasi dengan tim pengajar lain untuk memastikan konsistensi kurikulum di seluruh kelas.
- Menggunakan keterampilan interpersonal untuk membangun hubungan yang positif dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja.
- Menjaga penampilan profesional dan lingkungan kerja yang bersih serta bebas asap rokok (untuk laki‑laki).
Persyaratan
- Pendidikan minimal S1, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam, PIAUD, atau jurusan terkait.
- Terbuka untuk semua jenis kelamin.
- Memiliki kemampuan membaca Al‑Qur’an dengan tartil; memiliki syahadah mengaji Al‑Qur’an menjadi nilai tambah.
- Menunjukkan minat yang kuat terhadap pendidikan anak usia dini.
- Mempunyai keterampilan interpersonal yang baik untuk berinteraksi secara efektif dengan siswa dan kolega.
- Mampu bekerja dalam tim, berkontribusi pada kolaborasi antar‑guru.
- Untuk kandidat laki‑laki, tidak merokok demi menjaga lingkungan belajar yang sehat.
- Berpenampilan menarik dan profesional.
Jam Kerja
- Hari kerja: Senin – Sabtu
- Jam kerja: 08:00 – 17:00
Sehari dalam peran ini biasanya dimulai dengan persiapan materi pelajaran, termasuk penyesuaian teks Al‑Qur’an dan materi pendukung yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Selama jam mengajar, guru akan memimpin sesi tartil, menjelaskan konsep-konsep dasar Islam, serta mengintegrasikan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman. Di sela-sela pelajaran, interaksi personal seperti memberi umpan balik, memotivasi, dan menangani pertanyaan siswa menjadi bagian penting yang menuntut kecakapan interpersonal.
Setelah jam mengajar, tugas meliputi evaluasi hasil belajar, pencatatan kehadiran, dan penyusunan laporan harian untuk orang tua. Guru juga berpartisipasi dalam rapat tim untuk menyelaraskan kurikulum, berbagi metode pengajaran yang efektif, serta mengidentifikasi kebutuhan khusus siswa yang memerlukan perhatian ekstra.
Kemampuan berkomunikasi secara jelas, kesabaran, empati, serta ketelitian dalam menyiapkan materi menjadi soft skill yang esensial. Selain itu, sikap proaktif dalam mengembangkan diri melalui pelatihan mengaji atau workshop pendidikan anak usia dini akan meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan belajar secara keseluruhan.
| Pengalaman | Entry |
| Gender | Laki-laki Perempuan |
| Pendidikan | S1 |
| Skill | Pengembangan Keterampilan Mengajar |
Siap Mengirimkan Lamaran?
Kirimkan portofolio dan resume terbaik Anda langsung ke sistem rekrutmen perusahaan.

