Olahraga • 3 min read

Bernardo Tavares Soroti Kemenangan 4-0 Persebaya atas Arema di Bali, Namun Enggan Akui Karena Pindah Venue

Gudang Tekno

April 29, 2026

Bernardo Tavares Soroti Kemenangan 4-0 Persebaya atas Arema di Bali, Namun Enggan Akui Karena Pindah Venue

Bernardo Tavares Soroti Kemenangan 4-0 Persebaya atas Arema di Bali, Namun Enggan Akui Karena Pindah Venue

Gudang Tekno – 29 April 2026 | Selasa (28/4/2026) sore, stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, menjadi saksi derbi Jawa Timur yang tak terlupakan. Persebaya Surabaya menumpas Arema FC dengan skor telak 4-0 dalam pekan ke‑30 BRI Super League 2025/2026. Di balik euforia gol, pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, menimbulkan perbincangan setelah menyatakan enggan mengakui kemenangan karena perubahan venue pertandingan.

Strategi Taktik di Tanah Bali

Keputusan memindahkan laga ke Bali muncul setelah permasalahan logistik di Surabaya. Meskipun begitu, Bernardo Tavares menegaskan bahwa timnya sudah mempersiapkan diri secara matang. “Kami fokus pada permainan, bukan pada lokasi,” ujarnya dalam konferensi pers singkat sebelum pertandingan. Sikap tersebut menambah warna pada narasi kemenangan, mengingat beberapa pendukung mengharapkan pelatih mengapresiasi hasil gemilang.

Pertandingan dimulai dengan tempo lambat. Kedua tim berusaha menyesuaikan diri dengan cuaca panas dan lapangan yang terasa lembab. Namun, pada menit ke‑49, Francisco Rivera membuka keunggulan Persebaya lewat tembakan jarak menengah yang melesat ke sudut atas gawang Arema. Gol pertama memicu perubahan ritme, dan tak lama kemudian, pelatih mengeluarkan pemain cadangan yang menjadi sorotan.

Mikael Tata: Eksperimen yang Membuahkan Hasil

Menit ke‑60, Bernardo Tavares melakukan pergantian penting dengan menurunkan Mikael Tata, bek kiri Timnas Indonesia, menggantikan winger Riyan Ardiyansah. Meskipun posisi aslinya di lini pertahanan, Tata diberi kebebasan bermain sebagai winger. Keputusan tersebut ternyata mengubah dinamika serangan Persebaya.

Pada menit ke‑76, Jefferson Junio menambah angka lewat pantulan tembakan Rivera, memperlebar selisih menjadi 2-0. Selang enam menit, Mikael Tata memberikan assist krusial kepada Rivera, yang kembali mencetak gol ke‑3. Gerakan cepat Tata di sisi kiri meloloskan umpan silang akurat, dan Rivera tidak melewatkan kesempatan.

Tak berhenti di situ, pada menit ke‑86, Tata menutup skor dengan gol tunggalnya, memanfaatkan ruang di kotak penalti setelah tekanan terus-menerus dari lini depan Persebaya. Dalam waktu kurang dari 30 menit, pemain yang awalnya masuk sebagai pengganti berhasil mencatatkan satu gol dan satu assist, menegaskan keberhasilan eksperimen Tavares.

  • Gol pertama: Francisco Rivera (49′)
  • Gol kedua: Jefferson Junio (76′)
  • Assist: Mikael Tata (82′) – membantu Rivera
  • Gol ketiga: Francisco Rivera (82′)
  • Gol keempat: Mikael Tata (86′)

Keberhasilan Mikael Tata menambah catatan positif bagi kariernya di level klub, sekaligus memberikan sinyal bahwa fleksibilitas taktis Bernardo Tavares dapat membuka peluang baru bagi pemain muda Indonesia.

Setelah peluit akhir, sorak sorai Bonek dan Bonita bergema di tribun meski sebagian suporter tidak hadir secara fisik. Bernardo Tavares mengakui dukungan moral tersebut, menyebutnya sebagai “bahan bakar” bagi skuad. Namun, ia tetap konsisten menolak mengakui kemenangan secara resmi karena pertandingan seharusnya digelar di Surabaya, bukan di Bali.

“Kami tetap menghormati keputusan penyelenggara, namun hati kami tetap di Surabaya. Kemenangan ini tetap milik kami, walau venue berubah,” tegasnya. Pernyataan tersebut menimbulkan polemik di media sosial, di mana sebagian netizen menilai sikapnya terlalu keras, sementara yang lain mengapresiasi integritasnya terhadap prinsip keadilan kompetisi.

Para analis sepak bola menilai bahwa taktik Bernardo Tavares dalam memanfaatkan pemain serba bisa seperti Tata menjadi faktor penentu. Dengan menyesuaikan formasi menjadi 4‑3‑3 yang menekankan kecepatan sayap kiri, Persebaya mampu memecah pertahanan Arema yang selama ini dikenal solid.

Di sisi lain, Arema FC tampak kebingungan setelah gol pertama. Upaya mereka memperbaiki posisi melalui pergantian pemain tidak menghasilkan peluang signifikan. Kekurangan kreatifitas di lini tengah menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Persebaya secara konsisten.

Kemenangan 4-0 ini menambah jarak poin Persebaya di klasemen, sekaligus menegaskan bahwa perubahan venue tidak menghalangi tim untuk menampilkan permainan agresif. Sementara itu, Bernardo Tavares tetap menatap pertandingan berikutnya dengan fokus pada persiapan mental dan taktik, menyiapkan skuad untuk menghadapi tantangan selanjutnya di BRI Super League.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *