Buyback BMRI Diumumkan: Bank Mandiri Siapkan Rp1,17 Triliun untuk Kembali Membeli Saham
Gudang Tekno
April 30, 2026
Buyback BMRI Diumumkan: Bank Mandiri Siapkan Rp1,17 Triliun untuk Kembali Membeli Saham
Gudang Tekno – 30 April 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri pada 29 April 2026 menghasilkan keputusan penting yang menggerakkan pasar modal. Dewan direksi menyetujui program buyback saham dengan nilai maksimum Rp1,17 triliun, yang akan dilaksanakan dalam 12 bulan ke depan, hingga 29 April 2027.
Rincian Program Buyback
Program ini memungkinkan perusahaan membeli kembali sahamnya di pasar terbuka, lalu menempatkannya sebagai saham treasuri. Saham-saham tersebut nantinya akan dialokasikan dalam skema kepemilikan bagi karyawan, direksi, serta komisaris non‑independen, sesuai pedoman Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diharapkan meningkatkan kepemilikan internal serta menambah likuiditas saham.
Target pembelian kembali diproyeksikan mencakup sekitar 4‑5 persen dari total ekuitas perusahaan. Dengan harga penutupan pada hari RUPST berada di kisaran Rp4.430 per saham, estimasi jumlah lembar saham yang dapat dibeli mencapai lebih dari 260 juta lembar.
Implikasi Bagi Pemegang Saham dan Pasar
Pengumuman buyback ini menambah sinyal positif bagi investor, mengingat Bank Mandiri mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I 2026. Laba bersih mencapai Rp167 triliun, dan dividend yield tercatat 10,77 persen, salah satu tertinggi di sektor perbankan domestik. Dividen tunai yang disetujui senilai Rp44,47 triliun atau 79 persen dari laba bersih menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai optimal bagi pemegang saham.
Dividen final yang dibagikan sebesar Rp377 per saham menghasilkan dividend yield sekitar 8,4 persen, mengukir rekor tertinggi dalam sejarah Bank Mandiri. Kombinasi antara dividen tinggi dan program buyback memberi dukungan kuat pada ekspektasi kenaikan harga saham dalam jangka menengah.
Para analis pasar menilai bahwa keputusan ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan serta prospek pertumbuhan di masa depan. Riduan, Direktur Utama Bank Mandiri, menekankan bahwa program buyback tidak akan mengurangi kapasitas bank untuk terus memperluas layanan keuangan, melainkan memperkuat posisi keuangan dan menambah nilai bagi semua pemangku kepentingan.
Sementara itu, OJK memantau pelaksanaan buyback untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Proses transparansi dalam pengumuman jadwal pelaksanaan serta mekanisme alokasi saham treasuri menjadi fokus utama regulator.
Investor institusional dan ritel diharapkan akan menyesuaikan strategi portofolio mereka seiring program buyback berjalan. Bagi pemegang saham yang belum memiliki saham, peluang beli kembali dapat menurunkan harga pasar, sementara bagi yang sudah memiliki, nilai kepemilikan mereka berpotensi meningkat.
Bank Mandiri juga menegaskan bahwa sisa laba bersih setelah pembagian dividen akan dialokasikan ke saldo laba ditahan, memperkuat basis modal dan mendukung ekspansi bisnis ke segmen digital banking dan layanan keuangan inovatif.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio