Dua Kelompok Tani di Magetan Terima Bantuan Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas
Gudang Tekno
May 10, 2026
Dua Kelompok Tani di Magetan Terima Bantuan Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas
Gudang Tekno – 10 Mei 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog menyalurkan 250 ton jagung pakan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, guna membantu meringankan biaya produksi peternak unggas di daerah tersebut.
Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan pihaknya bersama Perum Bulog hadir untuk mendukung penanganan kendala yang dihadapi peternak unggas, terutama terkait tingginya biaya pakan. Program SPHP jagung pakan dipastikan telah berjalan mulai hari ini sehingga diharapkan dapat meringankan biaya produksi peternak unggas.
Stok jagung SPHP yang tersedia di Bulog Gulun Magetan memiliki kualitas lebih baik dengan kadar air 12 hingga 14 persen dan dijual dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Distribusi perdana program tersebut diawali dengan purchase order (PO) sebanyak 250 ton oleh dua koperasi peternak di Magetan.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten Magetan memperkuat langkah penyerapan telur ayam ras guna menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat di tengah melimpahnya produksi telur. Fokus utama mereka adalah menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan secara hybrid bersama Kementan, Bapanas, asosiasi perunggasan, peternak, dan pelaku usaha. Pemerintah menilai kondisi surplus produksi telur harus dikelola secara cepat dan terukur agar tidak menekan harga di tingkat peternak.
Di sisi lain, peternak sapi perah di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi energi biogas atau bahan bakar pengganti LPG untuk memasak dan pupuk organik cair (bio-slurry). Pemilik peternakan sapi perah, Naryo, mengatakan pengolahan limbah ternaknya merupakan hasil kerja sama Universitas PGRI Madiun serta Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan.
Peternakan yang terdapat 45 ekor sapi tersebut, kotoran yang dihasilkan setiap hari cukup melimpah dan sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal. Kini, kotoran sapi tersebut diolah melalui instalasi biogas dengan kapasitas sekitar 7 meter kubik yang dikembangkan dengan pendampingan Universitas PGRI Madiun dan Dinas Peternakan setempat sejak kisaran September-Oktober 2025.
Biogas ini bisa dipakai setiap saat. Saat ini sudah dimanfaatkan untuk empat rumah di sekitar kandang. Pemanfaatan biogas tersebut terbukti mampu mengurangi penggunaan bahan bakar LPG, terutama untuk kebutuhan memasak dan merebus air. Meski begitu, dalam kondisi tertentu peternak masih menggunakan LPG untuk efisiensi waktu.
Tidak hanya menghasilkan energi, limbah sisa dari proses biogas juga dimanfaatkan menjadi pupuk organik atau kompos. Ampas dari digester kemudian diolah digunakan untuk pupuk oleh petani sekitar. Pupuknya kita pakai sendiri dan juga untuk petani. Hasilnya bagus untuk memperbaiki unsur hara tanah.
Peternakan Terintegrasi
Sistem peternakan terintegrasi tersebut menjadi solusi berkelanjutan. Selain nol persen limbah, kegiatan itu juga meningkatkan nilai tambah dari limbah serta mendukung pertanian ramah lingkungan. Pihaknya berharap pemanfaatan biogas bisa dikembangkan lebih luas, sehingga semakin banyak peternak dan masyarakat yang merasakan manfaatnya, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
Penyerapan Telur
Kementan juga meminta pemerintah daerah mengatur dan menertibkan pedagang maupun peternak yang menjual telur jauh di bawah harga acuan pembelian/penjualan (HAP). Harus ada yang mengomando di daerah agar harga penjualan telur ada dalam rentang HAP sehingga para peternak mendapatkan keuntungan dan terus bersemangat meningkatkan produksinya.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi perunggasan, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan. Selain itu, pemerintah juga memperkuat hilirisasi dan perluasan pasar hasil peternakan agar produksi peternak rakyat dapat terserap optimal.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio