Gempa M4.2 Guncang Pangandaran dan Sekitarnya, Berikut Penjelasan BMKG
Gudang Tekno
June 12, 2026
Gempa M4.2 Guncang Pangandaran dan Sekitarnya, Berikut Penjelasan BMKG
Gudang Tekno – 12 Juni 2026 | Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (12/6/2026) pagi. Guncangan gempa dilaporkan dirasakan oleh sejumlah warga di Kecamatan Parigi, tetapi hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.50 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 5.60 Lintang Utara dan 125.24 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut sekitar 222 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa Bumi Dangkal
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut. Karakteristik gempa dangkal umumnya berkaitan dengan aktivitas tektonik pada lapisan kerak bumi yang relatif dekat dengan permukaan sehingga getarannya dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah sekitar episenter.
Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 4,5 juga mengguncang wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin (8/6/2026) siang pukul 13.39 WIB. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 0,88 Lintang Selatan dan 100,25 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut sekitar 28 kilometer arah selatan Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan kedalaman 68 kilometer.
Tsunami Besar 400 Tahun Lalu
Penelitian terbaru oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengungkap bahwa tsunami besar pernah melanda pesisir selatan Jawa sekitar 400 tahun lalu. Penelitian tersebut menggunakan metode paleotsunami, yaitu kajian ilmiah terhadap jejak geologis yang ditinggalkan tsunami purba.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan pasir tsunami yang memisahkan endapan lumpur mangrove dengan sedimen yang lebih muda di atasnya ditemukan di Pangandaran, Jawa Barat. Analisis radiokarbon terhadap sisa tumbuhan di bawah lapisan pasir menunjukkan usia sekitar 400 tahun.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio