Berita Teknologi • 2 min read

Indonesia Siap Memasuki Era Mobil Listrik

Gudang Tekno

July 5, 2026

Indonesia Siap Memasuki Era Mobil Listrik

Indonesia Siap Memasuki Era Mobil Listrik

Gudang Tekno – 05 Juli 2026 | Indonesia semakin dekat dengan era mobil listrik. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bersiap melakukan ekspansi pasar secara agresif pada paruh kedua tahun ini dengan memperkenalkan rangkaian kendaraan ramah lingkungan terbaru dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Hyundai mengeklaim performa penjualan Hyundai Stargazer pada paruh pertama 2026 cukup solid. Pertumbuhan positif dicatatkan oleh lini andalan Hyundai, di mana Stargazer membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 10,8% secara tahunan (YoY) di segmen MPV B yang sangat kompetitif.

Strategi Hyundai

Selain itu, Hyundai Palisade tetap mengukuhkan dominasinya sebagai pemimpin pasar di segmen SUV E-F, sementara All New Kona Electric mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi di seluruh jajaran battery electric vehicle (BEV) Hyundai di Indonesia.

President Director PT Hyundai Motors Indonesia Kenny Lee mengutarakan pentingnya pasar domestik dalam peta bisnis global korporasi. Kesiapan infrastruktur dan ekosistem manufaktur lokal menempatkan brand ini pada posisi strategis untuk memenuhi preferensi konsumen yang kian beragam.

Masa Depan Mobil Listrik

Hyundai berencana beralih dari mesin bensin murni menuju kendaraan hybrid dan listrik untuk memperkuat strategi elektrifikasi global. Keputusan strategis ini muncul sebagai respons terhadap regulasi emisi serta upaya Hyundai untuk bersaing dengan kompetitor pasar.

Hyundai diprediksi mulai menerapkan kebijakan transisi elektrifikasi penuh secara bertahap pada model kendaraannya mulai pertengahan tahun 2026 mendatang. Langkah ini mengikuti jejak Toyota yang sukses menjual model populer seperti Camry, RAV4, dan Land Cruiser hanya dalam versi hybrid.

Menurut CEO Hyundai Australia, Gavin Donaldson, beralih ke hybrid dan EV dari ICE itu tak terhindarkan. Strategi Toyota terbukti berhasil, dan Hyundai melihat arah serupa.

Hyundai masih menjual empat model dengan mesin ICE murni: Kona, Elantra N, Santa Cruz, dan Venue. Sementara model besar seperti Sonata, Santa Fe, dan Palisade diprediksi lebih mudah beralih ke hybrid-only.

Ada beberapa alasan mengapa Hyundai ingin meninggalkan ICE, salah satunya untuk menekan biaya produksi, memenuhi regulasi global, dan tetap kompetitif melawan Toyota serta merek EV asal Tiongkok.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *