Industri Komponen Otomotif Indonesia Terancam Hilang Investasi
Gudang Tekno
June 23, 2026
Industri Komponen Otomotif Indonesia Terancam Hilang Investasi
Gudang Tekno – 23 Juni 2026 | Industri komponen otomotif di Indonesia saat ini menghadapi ancaman kehilangan investasi dari dua pabrik raksasa komponen otomotif asal Jepang yang berbasis di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur. Keduanya dilaporkan bersiap untuk memindahkan basis produksinya ke Vietnam karena ekosistem industri mobil listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia dinilai tidak kompetitif dibandingkan dengan Vietnam.
Rencana relokasi ini memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap sektor ketenagakerjaan. Jika relokasi ini terjadi, maka gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal berpotensi terjadi dan akan berdampak pada ribuan pekerja lokal. Menurut Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, ada dua faktor utama yang membuat prinsipal Jepang mempertimbangkan relokasi ke Vietnam, yaitu kebijakan EV yang lebih agresif dan diversifikasi produk global.
Ekosistem Industri Mobil Listrik di Indonesia
Indonesia telah mengampanyekan hilirisasi nikel dan transisi energi bersih, namun iklim investasi EV di dalam negeri masih kalah menarik dibandingkan Vietnam. Pemerintah Vietnam dinilai lebih cepat menghadirkan regulasi dan insentif yang mendukung pengembangan industri kendaraan listrik. Sementara itu, prinsipal Jepang sedang melakukan transformasi besar menuju ekosistem kendaraan listrik, dan Vietnam dianggap lebih siap mendukung strategi tersebut.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pabrik ekosistem baterai listrik di Karawang, Jawa Barat, bakal diresmikan pada akhir Juli 2026. Pabrik ini digarap oleh Antam, konsorsium baterai BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC), dan konsorsium perusahaan China CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).
Dampak terhadap Sektor Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa Kemnaker akan memantau perkembangan relokasi dua pabrik komponen otomotif Jepang dari Indonesia ke Vietnam. Menaker juga mengungkapkan bahwa Kemnaker terus memantau isu PHK yang terjadi di Tanah Air dan mendorong penyelesaian secara bipartit antara pekerja dan pengusaha.
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) memperingatkan bahwa industri komponen otomotif nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah lesunya pasar kendaraan domestik dan rendahnya tingkat penggunaan komponen lokal pada kendaraan listrik. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kembali relokasi pabrik hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila tidak segera direspons melalui kebijakan yang mendukung industri dalam negeri.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio