Politik & Pemerintahan • 2 min read

Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Filipina dan Indonesia untuk Tangkal Ambisi China

Gudang Tekno

June 17, 2026

Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Filipina dan Indonesia untuk Tangkal Ambisi China

Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Filipina dan Indonesia untuk Tangkal Ambisi China

Gudang Tekno – 17 Juni 2026 | Baru-baru ini, Jepang membuka kemitraan strategis komprehensif dengan Filipina, yang diumumkan setelah pertemuan Menteri Pertahanan Jepang dan Sekretaris Pertahanan Filipina di Manila pada 5 Mei 2026. Jepang akan membentuk negosiasi kerja sama pertahanan bilateral dengan Filipina dalam bentuk transfer kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF), dengan jenis kapal yang akan diekspor adalah kapal perusak kelas Abukuma, yang telah dinonaktifkan dari pengoperasian JMSDF.

Hubungan kerja sama ini diawali dengan pemberian sistem radar pengawasan udara canggih FPS-3ME pada Oktober 2023 dan sistem radar pengawasan udara bergerak TPS-P14ME pada April 2024. Selanjutnya, pada 8 Juli 2024, dua negara ini menandatangani Reciprocal Access Agreement. Kemudian hubungan ini semakin diperkuat melalui Acquisition and Cross-Servicing Agreement pada 15 Januari 2026.

Langkah Strategis Jepang

Memasuki kuartal kedua tahun 2026, hubungan kerja sama pertahanan ini semakin diperkuat melalui negosiasi ekspor kapal milik JMSDF. Kapal perusak kelas Abukuma ditargetkan akan dikirim paling cepat pada tahun fiskal 2027, dengan kembali pada kecepatan negosiasi. Jika inisiatif ini terealisasi, tentunya akan menjadi titik penting dalam kebijakan transfer senjata Tokyo, karena ini akan menjadi ekspor pertama Jepang berupa peralatan militer mematikan di bawah “Three Principles on Transfer of Defense Equipment and Technology” yang telah diperbaharui pada 21 April 2026.

Inisiatif kerja sama pertahanan ini dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk menanggapi konteks dinamika di Indo-Pasifik. Dalam beberapa dekade kebelakang, Tiongkok secara signifikan meningkatkan anggaran pengeluaran militernya, didorong oleh penguatan ekonomi domestiknya. Peningkatan anggaran pertahanan Tiongkok ini memungkinkan investasi besar-besaran pada peralatan, pemeliharaan, personel, dan pelatihan.

Kerja Sama dengan Indonesia

Jepang juga berencana untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto menerima Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro, di Kediaman Presiden, Kertanegara, Jakarta, pada 12 Juni 2026. Pertemuan itu membahas upaya memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga peluang kolaborasi di sektor teknologi.

Komitmen tersebut dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pemerintah Jepang dan RI di Tokyo pada 5 Juni 2026. Namun, modernisasi industri pertahanan Jepang menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan komponen utama, yakni logam tanah jarang (heavy-grade rare earth minerals), yang pasokan globalnya saat ini didominasi oleh China.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *