Burnley Gigit Dua Kepala: Kemenangan Dramatis atas Crystal Palace dan Tantangan FA Cup melawan Mansfield Town
Jenelle Lindung Kowkab
February 14, 2026
Burnley Gigit Dua Kepala: Kemenangan Dramatis atas Crystal Palace dan Tantangan FA Cup melawan Mansfield Town
Gudang Tekno – 14 Februari 2026 | Sabtu sore di Turf Moor, para pendukung Burnley menyaksikan dua kisah berbeda yang menambah warna musim ini. Pada pertandingan pekan ini, klub yang berjuang menghindari degradasi berhasil mengubah nasibnya melawan Crystal Palace dengan comeback yang menegangkan, sementara pada hari yang sama mereka bersiap menyambut tantangan FA Cup melawan tim Liga Satu, Mansfield Town.
Di Liga Premier, Burnley terpaksa menelan kekalahan 2-0 di menit-menit awal setelah Jørgen Strand Larsen mencetak dua gol untuk Crystal Palace. Namun, tekad Scott Parker, manajer baru yang belum pernah memenangkan pertandingan liga di luar kandang, mulai menebar semangat. Dalam rentang tujuh menit menjelang jeda, Hannibal Mejbri menandai gol balasan, Jaidon Anthony menyamakan kedudukan, dan Jefferson Lerma secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri yang mengamankan poin tiga bagi Clarets.
“Itu berarti banyak – kami melewati masa-masa sulit dan membuktikan apa yang kami ajarkan,” ujar Parker setelah sorakan penonton mengiringi kemenangan yang hanya kedua di luar kandang sejak promosi kembali ke Premier League. Kemenangan ini menghidupkan harapan kecil bagi tim yang kini selisih sembilan poin dari zona aman dengan 12 pertandingan tersisa.
FA Cup: Burnley vs Mansfield Town
Namun, kegembiraan itu belum selesai. Pada pertandingan selanjutnya, Burnley akan menyambut Mansfield Town di babak empat FA Cup. Klub dari League One ini datang dengan semangat ‘giant‑killer’, berbekal kemenangan mengejutkan 4-3 atas Sheffield United di babak sebelumnya. Mereka akan menempati lapangan Turf Moor pada pukul 15:00 GMT, meski pertandingan tidak masuk jadwal siaran langsung di Inggris.
Penggemar yang tak dapat menonton secara TV dapat menyaksikan highlight lewat program Match of the Day atau mengikuti streaming langsung melalui Bet365, asalkan akun mereka terdaftar, terisi saldo, atau telah menempatkan taruhan dalam 24 jam terakhir. Layanan ini tunduk pada aturan geo‑lokasi, namun memberikan kesempatan bagi fans untuk mengikuti aksi secara real‑time.
Burnley sendiri menunjukkan kemampuan menundukkan tim kelas lebih rendah, terbukti dari kemenangan 5-1 melawan Millwall di babak ketiga. Mereka mencetak dua gol atau lebih dalam tiga dari empat pertandingan terakhir di Turf Moor, menandakan pola serangan yang mengancam. Sementara itu, Mansfield tengah mengalami lima pertandingan tanpa kemenangan, meski berhasil mencetak gol di enam dari tujuh laga tandang terakhirnya.
Statistik defensif Burnley tidak terlalu menguntungkan; mereka telah kebobolan 51 gol di liga musim ini. Namun, dengan moral yang terangkat pasca kemenangan melawan Palace, peluang mereka untuk menghalau serangan Mansfield tampak lebih besar. Pengamat memprediksi manajer Parker kemungkinan akan menurunkan skuad yang seimbang, menggabungkan pemain inti yang membantu mengamankan tiga poin di London dengan beberapa opsi rotasi untuk menjaga kebugaran.
Di luar lapangan, tekanan finansial dan ekspektasi pendukung tetap menjadi beban. Klub yang baru kembali ke Premier League berupaya menegaskan diri sebagai tim yang layak bertahan, bukan sekadar peserta. Kemenangan di Crystal Palace memberikan suntikan kepercayaan, namun hasil FA Cup tetap menjadi ujian tambahan.
Jika Burnley berhasil mengatasi Mansfield, mereka akan melaju ke babak selanjutnya, menambah jadwal padat yang dapat memengaruhi performa liga. Namun, jika Mansfield berhasil menorehkan kejutan, seperti yang mereka lakukan melawan Sheffield United, maka Burnley harus siap menghadapi mimpi buruk ganda: degradasi dan kegagalan di kompetisi piala.
Para pendukung yang berada di Turf Moor kini menantikan dua aksi yang menegangkan dalam satu hari. Dari sorotan comeback yang menegangkan hingga harapan melawan tim kelas bawah, Burnley menunjukkan bahwa sepak bola tak pernah kehilangan drama, apalagi ketika nasib klub berada di ujung tanduk.