Palace Usahakan Kemenangan Kedua di Selhurst Park, Burnley Dibawah Tekanan
Raheel Isabelle Elexes
February 11, 2026
Palace Usahakan Kemenangan Kedua di Selhurst Park, Burnley Dibawah Tekanan
Gudang Tekno – 11 Februari 2026 | Crystal Palace kembali menyambut Burnley di Selhurst Park pada Rabu malam, usai mengakhiri rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan di Liga Premier. Kemenangan 2-0 atas Brighton pada Minggu lalu, berkat gol kedua Ismaila Sarr, mengangkat mereka ke posisi ke-13 klasemen. Pertemuan kali ini menjadi peluang penting untuk mengukir kemenangan beruntun pertama di kandang sejak November.
Statistik menunjukkan Palace masih berjuang di kandang, dengan tujuh pertandingan liga tanpa kemenangan (tiga hasil imbang, empat kalah). Ini merupakan rekor terburuk sejak musim 1997-1998, ketika mereka gagal lolos dan turun ke divisi rendah. Namun, catatan mereka melawan tim yang berada di zona degradasi tetap mengesankan: tak terkalahkan sejak Februari 2017 dalam 19 laga.
Burnley datang dalam kondisi yang jauh lebih gentar. Tim Scott Parker berada di urutan ke-19 sejak akhir November, terpuruk dalam 16 pertandingan tanpa kemenangan, rekor terburuk di lima liga top Eropa. Mereka baru saja menelan kekalahan 2-0 dari West Ham, menambah jarak dengan zona aman dan menempatkan mereka 11 poin di atas zona aman.
Dalam pertemuan pertama musim ini pada Desember, Palace menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Daniel Munoz. Statistik serangan kedua tim kali ini berbeda: Palace mencatat 26 gol dalam 25 laga (peringkat 17), sementara Burnley mengizinkan 49 kebobolan (peringkat 19). Di sisi lain, Burnley hanya mencetak 25 gol, menempati posisi ke-18 dalam hal serangan.
Catatan historis memberi kepercayaan kepada pendukung Palace. Mereka belum pernah kalah melawan tim yang memulai pertandingan dari zona degradasi di kandang sejak 2017. Selain itu, dalam tiga pertemuan terakhir melawan Clarets, Palace selalu keluar sebagai pemenang tanpa kebobolan, menambah aura menakutkan di Selhurst Park.
Namun, kondisi skuad tidak sepenuhnya stabil. Oliver Glasner harus menyesuaikan diri tanpa beberapa pemain penting seperti Eddie Nketiah (paha), Cheick Doucoure (lutut), dan Jean‑Philippe Mateta (lutut). Di sisi lain, Ismaila Sarr kembali menorehkan gol dan berharap memperpanjang deret golnya, sementara Evann Guessand diprediksi masuk sebagai opsi pengganti.
Burnley juga menghadapi tantangan tak sedikit. James Ward‑Prowse berpotensi debut setelah absen melawan West Ham, namun mayoritas pemain inti seperti Mike Tresor dan Zeki Amdouni masih dirawat. Penyerang Zian Flemming, yang mencetak lima gol di luar kandang, berupaya mengakhiri kebuntuan golnya di perjalanan.
Di luar sorotan pertandingan, kontroversi VAR pada laga Chelsea vs Palace beberapa pekan lalu kembali menjadi perbincangan. Panel Kecelakaan Pertandingan menyatakan bahwa penalti yang diberikan kepada Chelsea tidak seharusnya terjadi, menyoroti kompleksitas aturan handball yang masih menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat.
Isu transfer juga menambah warna pada pekan ini. Palace dipastikan akan menurunkan nilai jual Jean‑Philippe Mateta menjadi lebih rendah menjelang akhir kontraknya, mengingat klub sudah menyiapkan pengganti berupa Jorgen Strand Larsen. Sementara itu, spekulasi mengenai kepindahan manajer interim Michael Carrick ke Manchester United menambah dinamika di luar lapangan.
Dengan odds 8/15 untuk Palace dan 5/1 untuk Burnley, pasar taruhan memandang rumah unggul. Jika Palace mampu memecahkan rekor buruk di kandang dan mengamankan tiga poin, mereka dapat menegaskan kembali posisi menengah klasemen. Bagi Burnley, menghindari kekalahan lagi menjadi prioritas utama demi menahan laju ke zona relegasi.