Ekonomi & Keuangan • 2 min read

Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta, Industri Minta Percepatan

Gudang Tekno

June 20, 2026

Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta, Industri Minta Percepatan

Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta, Industri Minta Percepatan

Gudang Tekno – 20 Juni 2026 | Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi momentum untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi mengatakan kondisi saat ini membuka peluang bagi pemerintah untuk mempercepat transisi kendaraan listrik yang didukung oleh tingginya penerimaan masyarakat.

Hasil survei Litbang Kompas pada April 2026 di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, sebanyak 98 persen responden menyatakan mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, 94,8 persen responden menilai pemerintah perlu mempercepat transisi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan pendukung.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan aturan mengenai insentif bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbit bulan depan. Pemberian insentif EV ini mulanya ditargetkan meluncur pada Juni, tapi ditunda. Faisol mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi terkait rencana penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan menjadi payung hukum pemberian insentif EV.

Pemerintah berencana memberikan insentif kepada 200 ribu kendaraan listrik, masing-masing 100 ribu unit untuk motor dan mobil. Khusus motor listrik, subsidi yang diberikan Rp 5 juta per unit. Sementara untuk mobil listrik masih dalam pembahasan.

Biaya operasional sepeda motor listrik sekitar 74 persen hingga 83 persen lebih rendah dibandingkan sepeda motor berbahan bakar minyak. Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna mengatakan, kepastian kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.

Survei yang sama juga mencatat 73,5 persen responden percaya aspirasi masyarakat dapat mendorong percepatan kebijakan kendaraan listrik. Selain faktor lingkungan, pertimbangan ekonomi dinilai menjadi alasan utama masyarakat mulai melirik kendaraan listrik.

AISMOLI menilai tingginya dukungan publik perlu direspons melalui kebijakan yang mampu menjaga keterjangkauan harga kendaraan listrik dan memperkuat ekosistem industri dalam negeri. Sebanyak 89,2 persen responden berharap harga kendaraan listrik semakin terjangkau, sementara 95,8 persen mendukung peningkatan produksi kendaraan rendah emisi di dalam negeri.

Dengan adopsi kendaraan listrik yang semakin tinggi, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor dan mengurangi subsidi BBM yang tinggi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempercepat penerbitan kebijakan yang mendukung industri kendaraan listrik dan memperkuat ekosistem industri dalam negeri.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *