Ekonomi & Keuangan • 2 min read

Peningkatan Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Gudang Tekno

June 8, 2026

Peningkatan Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Peningkatan Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Gudang Tekno – 08 Juni 2026 | Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum, terutama kereta api. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan peningkatan kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung. Dengan demikian, diharapkan kualitas pelayanan dapat ditingkatkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah berupaya meningkatkan kapasitas layanan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Langkah ini diambil untuk memenuhi pertumbuhan mobilitas masyarakat yang terus melonjak di koridor tersebut. Peningkatan kapasitas ini mencakup penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan kereta api.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa upaya ini merupakan respons terhadap tingginya permintaan masyarakat. Kolaborasi erat antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub menjadi kunci dalam mewujudkan peningkatan layanan ini. Salah satu fokus utama peningkatan kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung adalah penguatan Sistem Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas tersebut.

Saat ini, daya listrik di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung masih 3.000 volt, berbeda dengan lintas Bogor dan Bekasi yang sudah didukung daya sebesar 4.000 volt. Perbedaan kapasitas tersebut menyebabkan rangkaian KRL dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan secara optimal. Akibatnya, kapasitas angkut masih bertumpu pada rangkaian 8 dan 10 kereta.

Untuk mengatasi hal ini, KAI berencana menambah 11 gardu traksi di sepanjang lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Penguatan pasokan daya ini akan menjadi fondasi penting untuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta. Dengan kapasitas yang lebih besar, jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam setiap perjalanan akan meningkat signifikan.

Selain penguatan daya listrik, KAI bersama DJKA Kemenhub juga akan memodernisasi sistem persinyalan. Saat ini, sebagian sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung masih menggunakan pola blok tertutup. Pola blok tertutup membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi, di mana satu blok yang mencakup beberapa stasiun hanya dapat dilalui oleh satu kereta pada waktu yang sama.

Kondisi ini berdampak pada waktu antar perjalanan kereta (headway) yang mencapai sekitar 10 menit. Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor telah mampu melayani perjalanan dengan headway sekitar 3 hingga 4 menit. Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas akan meningkat sehingga frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah.

Dengan peningkatan kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, diharapkan kualitas pelayanan dapat ditingkatkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya ini juga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional kereta api, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Upaya peningkatan kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung ini merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi umum. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menikmati pelayanan yang lebih baik dan nyaman.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *