Penumpang Ojek Online Diduga Lakukan Order Fiktif, Diminta Mendatangi Lokasi dan Diamankan
Gudang Tekno
August 6, 2026
Gudang Tekno – 06 Agustus 2026 | Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik penangkapan seorang penumpang yang diduga melakukan order fiktif atau “bowti” di Tasikmalaya, Jawa Barat, ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam video yang beredar, penumpang tersebut disebut berhasil dipancing oleh seorang pengemudi ojek online (ojol) melalui fitur chat di aplikasi. Ia kemudian diminta mendatangi sebuah lokasi yang telah ditentukan.
Namun, sesampainya di lokasi, sejumlah pengemudi ojol ternyata telah menunggu. Pria tersebut kemudian langsung diamankan oleh para pengemudi yang berada di lapangan.
Saat menyadari dirinya telah dikelilingi, pria tersebut terlihat panik dan menangis histeris. Ia berulang kali memohon agar dimaafkan.
Reaksi Warganet
Video kejadian tersebut kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari warganet. Salah satu akun yang turut membagikan rekaman tersebut adalah akun Instagram @reset.feeds.
Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap maupun persoalan yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Hingga narasi ini dibuat, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa yang terekam dalam video tersebut.
Kondisi Jalan M Toha Tangerang
Di tempat lain, kondisi Jalan M Toha, Kota Tangerang, Banten, yang tak kunjung mendapat perbaikan menyeluruh membuat sejumlah warga mengeluh. Mereka menilai penanganan jalan yang selama ini dilakukan hanya sebatas tambal sulam, tanpa menyelesaikan kerusakan yang ada.
Salah seorang warga, Romlan, bahkan menyamakan kondisi Jalan M Toha dengan celana yang penuh tambalan. Ia mengaku sudah jenuh dengan kondisi jalan yang tidak nyaman dilalui pengendara.
Perbaikan yang dilakukan secara parsial membuat kondisi jalan tetap tidak nyaman dilalui pengendara. Kerusakan Jalan M Toha tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada kendaraan yang melintas.
Pemkab Sidoarjo Lindungi Pekerja Rentan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperluas jaring pengaman sosial bagi masyarakat dengan mendaftarkan 42.210 pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seluruh iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tersebut ditanggung melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp4,5 miliar.
Penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, kepada 200 perwakilan penerima manfaat di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (5/8/2026).
Mimik Idayana menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, atau gedung. Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat yang bekerja mencari nafkah setiap hari juga menjadi bagian penting dari pembangunan.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio