Persoalan SPMB Jateng: Antara Kekurangan Murid dan Keluhan Orang Tua
Gudang Tekno
July 2, 2026
Persoalan SPMB Jateng: Antara Kekurangan Murid dan Keluhan Orang Tua
Gudang Tekno – 02 Juli 2026 | Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Tengah tahun ini tengah dihadapkan pada beberapa persoalan. Salah satunya adalah kekurangan murid di beberapa sekolah, terutama di daerah-daerah terpencil. Di sisi lain, banyak orang tua yang mengeluhkan proses penerimaan yang tidak transparan dan adanya praktik penjualan seragam sekolah yang tidak sesuai dengan aturan.
Menurut data dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul, terdapat satu sekolah negeri yang kekurangan murid, yaitu SMPN 2 Sanden dengan kekurangan sekitar 40 murid hingga batas akhir pendaftaran. Sementara itu, di Kota Samarinda, puluhan orang tua mengadu ke DPRD karena anak-anak mereka tidak diterima di sekolah favorit mereka, bahkan ada yang ditolak hingga sembilan sekolah.
Penyebab Kekurangan Murid
Salah satu penyebab kekurangan murid di beberapa sekolah adalah lokasi yang terpencil. Banyak orang tua yang lebih memilih sekolah yang lokasinya lebih strategis dan mudah dijangkau. Selain itu, kualitas pendidikan dan fasilitas sekolah juga menjadi pertimbangan utama bagi orang tua dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.
Di sisi lain, praktik penjualan seragam sekolah yang tidak sesuai dengan aturan juga menjadi keluhan orang tua. Beberapa sekolah dituding melakukan penjualan seragam sekolah secara langsung maupun tidak langsung, yang bertentangan dengan ketentuan Pasal 181 PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Upaya Mengatasi Persoalan SPMB
Untuk mengatasi persoalan kekurangan murid dan keluhan orang tua, Pemerintah Kabupaten Bantul telah menyiapkan mekanisme solusi melalui skema pemenuhan daya tampung. Skema ini akan membuka peluang bagi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah untuk mengisi kursi kosong yang masih tersedia.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah swasta untuk menyelenggarakan program gratis atau subsidi bagi siswa yang tidak lolos seleksi negeri. Program ini bertujuan untuk membantu siswa yang tidak mampu untuk bersekolah di sekolah swasta yang berkualitas.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio