Ponaryo Astaman Mengenang Kejayaan Sriwijaya FC: Chemistry yang Tak Tergantikan
Gudang Tekno
June 7, 2026
Ponaryo Astaman Mengenang Kejayaan Sriwijaya FC: Chemistry yang Tak Tergantikan
Gudang Tekno – 07 Juni 2026 | Ponaryo Astaman, salah satu nama yang tak bisa dipisahkan dari sejarah sepak bola Indonesia, telah menghabiskan satu dekade (2003-2013) sebagai gelandang yang nyaris tak tergantikan di lini tengah Timnas Indonesia. Bahkan, ia sempat dipercaya menjadi kapten Tim Merah Putih. Bersama timnas, ia meraih runner-up Piala AFF 2004, runner-up Pestabola Merdeka 2006, dan juara Indonesian Independence Cup 2008.
Di level klub, Ponaryo menjelajahi hampir seluruh peta sepak bola nasional. Ia membela PKT Bontang, PSM Makassar, Arema Malang, Persija Jakarta, hingga sempat mencicipi Liga Malaysia bersama Melaka TMFC, sebelum akhirnya mengakhiri karier profesionalnya di Borneo FC pada 2017. Kini ia masih setia bersama Pesut Etam sebagai Direktur Utama atau CEO klub.
Dari semua perjalanan itu, satu babak tetap paling membekas dalam ingatannya, yakni masa-masa bersama Sriwijaya FC. Di sanalah untuk pertama dan satu-satunya kali ia merasakan gelar juara liga tertinggi Indonesia, bersama skuad yang ia sebut sebagai yang paling klop yang pernah ia bagian darinya.
Berbicara kepada kanal YouTube Bola Bung Binder, Ponaryo membuka kenangan itu dengan jujur dan penuh kehangatan, menelusuri kembali dari mana semua bermula. Ia mengakui bahwa perjalanan panjangnya di sepak bola berakar dari sesuatu yang sangat sederhana, kecintaan pada bola sejak kecil.
Tak hanya Ponaryo, PSM Makassar sendiri juga memiliki sejarah yang panjang dan penuh dengan prestasi. Dalam beberapa musim terakhir, klub ini terus mengejar gelar Liga 1, meskipun sempat mengalami kegagalan dalam meraih treble winner pada musim kompetisi 2019.
Sementara itu, Luciano Leandro, legenda PSM Makassar, yakin bahwa Timnas Indonesia berada di jalur tepat menuju Piala Dunia 2030. Ia menilai kemenangan 3-0 Timnas Indonesia atas Oman pada FIFA Matchday periode Juni 2026 sebagai cerminan dari perkembangan signifikan yang diperlihatkan Skuad Garuda.
Di lain pihak, Persija Jakarta juga terus mengembangkan pemain muda, dengan lima pemain muda yang mendapat kesempatan berharga untuk mencicipi atmosfer sepak bola profesional bersama tim utama Persija. Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Sementara itu, Yuran Fernandes, bek PSM Makassar, sempat menjadi sorotan FIFPRO setelah sanksi 12 bulan yang sempat diterimanya dipangkas menjadi tiga bulan. Ia kini dirumorkan masuk radar Persebaya Surabaya.
Review by Gudang Tekno
Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.
View Full Bio