Ekonomi & Keuangan • 2 min read

Rupiah Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Gudang Tekno

June 12, 2026

Rupiah Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Rupiah Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Gudang Tekno – 12 Juni 2026 | Rupiah kembali melemah dan menyentuh level terendah sepanjang sejarah, nyaris tembus Rp18.200 ribu per dolar AS. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga belum mampu bangkit dari level 5.000. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar maupun masyarakat umum, mengapa pelemahan rupiah dan IHSG terjadi begitu cepat dan seolah sulit dibendung dalam beberapa waktu terakhir?

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita menilai pelemahan saat ini masih dapat dikategorikan sebagai fenomena yang relatif wajar dalam dinamika pasar keuangan global. Menurut Ronny, rupiah dan IHSG merupakan dua indikator yang sangat sensitif terhadap persepsi risiko investor. Ketika ketidakpastian meningkat, investor biasanya akan mengurangi eksposur terhadap aset-aset berisiko di negara berkembang dan memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Ronny menjelaskan saat ini pasar global sedang menghadapi berbagai tekanan secara bersamaan, mulai dari suku bunga global yang masih tinggi, penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi dunia, hingga meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. Menurutnya, kondisi tersebut membuat arus modal cenderung bergerak ke aset-aset safe haven, sementara negara berkembang menghadapi tekanan keluar modal atau capital outflow.

Dampak Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah dan IHSG secara bersamaan sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Ronny mengatakan dalam banyak episode gejolak pasar sebelumnya, kedua indikator tersebut memang kerap bergerak searah. Ketika investor asing menjual saham dan obligasi Indonesia, mereka juga menjual aset berdenominasi rupiah untuk kemudian dikonversi menjadi dolar AS.

Ketika investor asing keluar dari pasar saham dan obligasi Indonesia, mereka menjual aset rupiah dan mengonversinya ke dolar AS, sehingga nilai tukar tertekan dan indeks saham ikut melemah. Dalam situasi seperti itu, pelemahan rupiah dan IHSG secara bersamaan sebenarnya bukan sesuatu yang aneh.

Gudang Tekno

Review by Gudang Tekno

Contributor and technology analyst at Gudang Tekno. Specializing in AI, hardware, and digital transformation.

View Full Bio

Related Analysis

Add to the conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *